Wasekjen MUI DR Amirsyah Tambunan saat memberikan sambutan dalam acara pemberangkatan tim pertama SOS untuk Rohingya ACT
TANGERANG (salam-online.com): Majelis Ulama
Indonesia (MUI) mengkritik Pemerintah Indonesia yang tidak melakukan
tindakan nyata terhadap tragedi yang menimpa Muslim Rohingya di Myanmar
Desakan MUI kepada Pemerintah Indonesia kembali disuarakan saat acara
pemberangkatan tim pertama Simpaty of Solidarity (SOS) Rohingya yang
telah memperoleh izin masuk ke Bangladesh.
Acara berlangsung di Mushola Kemanusiaan ACT (Aksi Cepat Tanggap),
Komplek Perkantoran Ciputat Indah Permai, Ciputat, Tangerang Selatan,
Ahad (29/7/2012). Hadir mewakili MUI, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Dr.
Amirsyah Tambunan dan Ketua Komisi Luar Negeri MUI Dr. Saleh Daulay.
Dr. Amirsyah mengatakan, tiga hal yang seharusnya dilakukan
Pemerintah Indonesia. Pertama, melakukan diplomasi dengan
lembaga-lembaga dunia. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk tertinggi
di dunia, yakni masuk tiga besar dunia. Seharusnya, prestasi ini
menjadikan langkah-langkah Indonesia diperhatikan dan didengar dunia,”
kata Dr. Amirsyah.
Amirsyah juga menyatakan keheranannya, mengapa pemerintah tidak
memanfaatkan posisi Indonesia sebagai Sekjen ASEAN untuk memberikan
pengaruh kebaikan bagi perdamaian di kawasan ASEAN.
Ketiga, “Dan ini selemah-lemahnya iman, kita terima pencari suaka
dari Rohingya. Indonesia negara besar, pasti mampu membantu mereka.
Sediakan saja sebuah pulau, mereka yang terlepas dari ancaman dan
penderitaan, akan sangat bersyukur dan pasti bisa bekerja keras
memulihkan kehidupannya. Pada saatnya, kehadiran mereka akan punya nilai
kontribusi bagi negeri ini,” kata Amir.
Sebelum menutup sambutannya dengan nasihat dan doa, Amirsyah
menegaskan,”Langkah konkret seperti ACT ini, seharusnya sudah saatnya
menjadi langkah pemerintah. Sebagai negara besar, tidak ada alasan untuk
tidak memperlihatkan kepemimpinan kita di tengah kondisi krisis
kemanusiaan seperti ini,” ujarnya.
Ya, seperti diungkap Dr Amirsyah di atas, satu milyar dolar bisa
untuk IMF–yang katanya untuk membantu krisis ekonomi Eropa (hebat bisa
bantu Eropa yang hidupnya jauh lebih nyaman)–tapi nol alias sepeser pun
tak ada buat Rohingya yang lebih membutuhkan uluran tangan, yang
dibantai, terusir dan kelaparan. bantuan, bersuara sebagai tanda simpati pun sampai hari ini tak ada! Sungguh, sangat terlalu!.
http://emasloemiyono.wordpress.com/2012/07/29/mui-kritik-pemerintah-satu-milyar-dolar-untuk-imf-nol-untuk-rohingya/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar